Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Pejabat siaalan yang membantai orang utan demi uang

Mengerikan, ribuan orangutan terus dibunuh tiap tahun, padahal sudah masuk hewan langka yang dilindungi. WWF, The Nature Conservacy, Asosiasi Ahli Primata Indonesia, beserta organisasi swasta lainnya memberi pernyataan ini setelah melakukan penelitian beberapa tahun belakangan.

Pada 2007 silam, sebanyak 750-1.800 orangutan mati di Indonesia. Ribuan kematian orangutan terjadi di tahun-tahun berikutnya. Kemudian, dari hasil wawancara 9.983 responden di 687 desa di tiga provinsi Kalimantan antara bulan April 2008 hingga September 2009, setidaknya ditemukan 750 orangutan tewas dibantai.



 foto: sumber internet

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Inilah wujud pendidikan indonesis di perbatasan

 
JAKARTA, KOMPAS.com – Guru adalah profesi mulia. Akan tetapi, perjalanan para guru tak semulus tujuannya. Ada banyak hambatan yang mereka hadapi dalam menjalani profesinya. Sejumlah persoalan yang mencuat adalah keluhan akan kesenjangan yang dialami guru yang mengajar di kota dan non perkotaan, sulitnya memeroleh sertifikasi, tepatnya penyaluran dana tunjangan, dan berbagai persoalan yang lebih kompleks yang dihadapi para guru di daerah terluar, terdepan dan tertinggal (daerah 3T).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Banyak Anggota DPR yang Masih Berhutang

 
JAKARTA, - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas diminta fokus pada pekerjaannya memberantas korupsi dan meningkatkan kinerja KPK yang tengah menurun daripada melontarkan pernyataan-pernyataan yang menjadi polemik. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Priyo Budi Santoso dan Pramono Anung di Komplek DPR, Senin (14/11/2011) ketika dimintai tanggapan pernyataan Busyro bahwa gaya hidup pejabat hedonis.
"Biarlah yang seperti itu, wejangan-wejangan yang bersifat begawan, lebih baik disampaikan oleh negarawan dan senior. Sementara kita-kita sebagai pejabat negara konsentrasi pada tugas dan bidang masing-masing saja," kata Priyo.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ketinggian Bangunan 15 Meter Lebih Akan ''Tenggelamkan'' Bali




Moratorium pembangunan fasilitas pariwisata di Bali Selatan untuk nenekan alih fungsi lahan, rupanya tak mendapat tanggapan. Bahkan, sejumlah pejabat lebih melirik kebijakan ''meninggikan'' bangunan melebihi 15 meter sebagai alternatif untuk menekan alih fungsi lahan. Dalam raker pansus penyempurnaan RTRWP dengan bupati/wali kota se-Bali, di DPRD Bali, belum lama ini, terungkap usulan bahwa tinggi bangunan untuk zona tertentu boleh melebihi 15 meter.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kronologi Keributan "Komodo"



Komodo di Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

KOMPAS.com
 - Komodo, reptil purba yang hidup di Nusa Tenggara Timur sejak 4 juta tahun lalu, sedang disorot. Hewan satu masa dengan dinosaurus ini menjadi obyek konflik Pemerintah Indonesia dengan Pendukung Pemenangan Komodo dan New 7 Wonders Foundation, sebuah yayasan di Swiss.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perusahaan Malaysia Bantai Orangutan Kalimantan


Perusahaan Malaysia Bantai Orangutan Kalimantan
JAKARTA - Keberadaan orangutan di Kalimantan Timur terancam. Mereka terus dibantai, sebagai dampak dari pembabatan hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Kaltim) dan Centre for Orangutan Protection (COP) telah mengevakuasi sedikitnya empat orangutan dari Muara Kaman, di sekitaran kawasan konsesi PT Khaleda, anak perusahaan Metro Kajang Holdings Berhad Malaysia dan PT Anugerah?Urea Sakti.
Juru kampanye COP Hardi Baktiantoro, mengatakan puluhan ekor orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) tewas mengenaskan di area perkebunan kelapa sawit di sekitaran Kutai Kartanegara. Hardi menuding, meski para pemburu bayaran itu mengaku telah membunuh banyak induk orangutan dan para pekerja mengakui perbuatan menyebarkan pisang yang sudah disemprot furadan untuk meracuni orangutan.
Sayangnya hingga hari ini, polisi tidak juga menetapkan seorang pun jadi tersangka dan tidak ada yang dipenjara. "Ini mengecewakan dan membahayakan bagi kelangsungan hidup orangutan," ujar Hardi dalam siaran pers yang diterima Republika.
Situasi yang sama terjadi di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur. Pada 26 Juli 2011, BKSDA dan COP terpaksa mengevakuasi dua orangutan. Satu induk orangutan diidentifikasikan dibunuh para pekerja sawit Makin Group. Dikatakan Hardi, ketika kuburannya orangutan dibongkar untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Hasil identifikasi menyatakan, mayat orangutan tersebut babak belur seperti terkena pukulan yang dilakukan berulangkali, kedua pergelangan tangannya luka dan jarinya putus.
Adapun di Kalimantan Tengah, COP mengidentifikasi satu tengkorak orangutan di sekitaran areal konsesi PT TASK dan mengevakuasi tiga anak orangutan yang ditangkap pekerja setempat. "COP juga menemukan empat tengkorak orangutan di areal konsesi Wilmar Group pada 20 Agustus 2011."
Hardi menilai kematian puluhan orangutan bukan terjadi karena konflik manusia dengan jenis binatang primata tersebut, melainkan upaya genocide (pembunuhan massal) kelompok tertentu yang rakus untuk meraih keuntungan pribadi. Pihaknya menyentil pemerintah yang harusnya berani melihat kenyataan bahwa polisi tidak membuat kemajuan apapun untuk mencegah kepunahan orangutan di Kalimantan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jalin Kelindan Seks & Korupsi di Parlemen


Jakarta - DPR akhir-akhir ini tak hanya berurusan dengan politik tetapi juga seks. Sejatinya urusan pribadi, namun seks menjadi ranah publik karena dilakukan secara 'terlarang' oleh anggota DPR RI. Pasca-reformasi, DPR RI tak lekang dari pemberitaan seks terlarang. Ada yang salah?
Bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, sempatkanlah berkunjung ke kantor wakil rakyat itu. Pilihlah berkunjung ke Parlemen di hari Jumat alias weekend. Mengapa hari Jumat? Karena di hari terakhir kerja itu, Anda dengan mudah menjumpai beberapa perempuan berparas cantik kerap berseliweran di sekitaran gedung Nusantara I, Nusantara II, dan Nusantara III.
Ilustrasi itu bukan untuk menjustifikasi tentang perilaku anggota Parlemen dengan perilaku seks mereka dikaitkan dengan perempuan cantik itu. Hanya saja, Parlemen memang menarik bagi banyak kalangan. Mulai dari calo anggaran, hingga perempuan yang berparas cantik itu.
Berita tentang anggota DPR yang tersangkut urusan seks bukan kali ini saja menimpa politikus Partai Demokrat Herman Khoiron. Setidaknya pasca-reformasi ini, parlemen kian terbuka bagi dunia luar. Hingga, urusan yang sangat privat pun menjadi konsumsi publik. Namun, kadang kala berita soal seks politisi ini tak lebih sebagai upaya intrik politik.
Lebih dari itu, karir tokoh politik bisa jatuh karena kasus atau hanya sekadar rumor tentang kehidupan seks pribadinya. Tidak sedikit contoh, politisi meredup sinarnya karena terkait dan dikaitkan-kaitkan kasus seks. Namun, ada pula politisi yang masih eksis meski dirumorkan kehidupan seks pribadinya. Tentunya seks di luar norma sosial.
Sebut saja sebelumnya ada perkara yang menyangkut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin yang diduga melakukan pemerkosaan kepada pegawai Sales Promotion Girl (SPG) saat Kongres Partai Demokrat, Mei 2010 lalu.
Selain itu kasus fenomenal politikus Partai Golkar yang juga anggota DPR Yahya Zaini dengan biduan Maria Eva. Peredaran video porno antar keduanya menjadi konsumsi publik.
Khawatir akan mempengaruhi citra partai, Partai Golkar bertindak sigap dengan melakukan pemecatan kepada Yahya Zaini. Padahal, Yahya yang kala itu sebagai Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Golkar disebut-sebut diplot sebagai Menteri Agama.
Jalin Kelindan Seks & Korupsi di Parlemen
Di PDI Perjuangan juga muncul kasus serupa dengan dugaan pelecehan seksual yang menimpa salah satu staf anggota DPR Desi Firdiyanti oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan Max Moein.
Badan Kehormatan pun sigap dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku termasuk korban. Pada akhirnya, PDI Perjuangan memecat Max Moein dari kursinya sebagai anggota DPR. Peristiwa ini terjadi pada 2008.
Di awal DPR 2009-2014 juga sempat mencuat pemberitaan ihwal dua anggota DPR yang satu partai melakukan pernikahan di saat salah satu pihak masih terikat perkawinan. Kedua anggota DPR tersebut Siti Mufatahah dan Adiyaman dari Fraksi Partai Demokrat.
Namun, akhirnya informasi tersebut meredup seiring klarifikasi keduanya yang menyebutkan telah melakukan pernikahan dan telah resmi bercerai dengan pasangan sebelumnya. Hingga kini, keduanya juga masih menjabat sebagai anggota DPR.
Di PPP mantan Menteri Perumahan Rakyat di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I Suharso Manoarfa harus rela melepaskan jabatannya karena urusan pribadinya diumbar ke publik tekait gugatan cerai istri pertamanya. Diduga, gugatan ini terkait Wakil Ketua Umum PPP ini melakukan praktik poligami.
Saat menjelang Pemilu 2009 lalu Solidaritas Perempuan Indonesia (SPI) menyuarakan untuk menolak calon anggota legislatif yang melakukan dan pro terhadap perilaku poligami (beristri lebih dari satu). Dalam kajian SPI, poligami dapat berkorelasi dengan praktik korupsi dan menghambat jalannya proses demokratisasi.
Menurut Koordinator Solidaritas Perempuan Indonesia (SPI), Yenny Rosa Damayanti, bila laki-laki berpoligami, dengan sendirinya kebutuhan untuk menafkahi pasangan lebih dari satu juga meningkat. Dengan kondisi ini, sambung Yenni, bagi laki-laki melakukan berbagai hal untuk mencukupi kebutuhan akan dilakukan. "Jadi poligami memperpendek jalan ke korupsi," ujarnya. [mdr]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS