"Kemarin kan Polri minta data dari PT Freeport-nya. Itu juga kita mau minta saja susah. Jadi belum ada data dari Freeport yang didapat Polri," ujar Saud di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
"Yang kita butuhkan ada yang sudah dapat, tapi masih ada yang belum," lanjutnya.
Saud menyatakan pihaknya bukan ingin berlama-lama mengaudit dana tersebut, melainkan ingin mendapatkan data yang benar-benar akurat terkait dana itu. Ditanya batas waktu audit internal itu, ia mengaku tak ada batasan waktu khusus.
"Kita ini kan perlu data yang akurat. Untuk mengeluarkan data itu kan tidak gampang," jelasnya.
Seperti yang diketahui, dalam tim internal ini Polri menggandeng tim BPKP, tim Propam, Itwasum dan Reserse dari Polda setempat. Polri ingin memastikan dana 14 juta dollar AS yang disebut-sebut diberikan untuk personil Polda Papua. Setiap anggota diketahui mendapat dana. Rp 1. 250.000.
Polri menyatakan dana ini di dapat secara sukarela dari PT Freeport Indonesia karena pengamanan area tersebut.





